Berharap kematian datang menjemput - Sulitnya menjalani kehidupan dan gencarnya fitnah yang menerpa kaum muslimin tak sedikit membuat seorang muslim putus ada dalam menghadapinya, hingga terkadang terbersit dalam hati bahkan terucap "lebih baik aku mati daripada menghadapi ini" laa hawla wa laa quwwata illaa billah, bolehkah seorang muslim bersikap demikian? Mari kita simak pennelasannya berikut ini.
Tafsir Hadits
Hadits ini dalil yang melarang orang untuk mengharapkan
kematian disebabkan bala' dan fitnah yang menimpanya, atau karena ketakutan
terhadap musuh, sakit atau kehilangan harta benda dan semacamnya yang meliputi
problema kehidupan, karena hal itu menunjukkan tidak sabar terhadap qadha, serta
tidak ridha atas keputusan Allah.
Dalam ucapan, "Musibah yang menimpanya..." memberikan
petunjuk bahwa jika bukan karena hal tersebut seperti karena khawatir fitnah
dalam agama, maka tidak mengapa ia menginginkan kematian. Hal ini ditunjukkan
oleh hadits berikut,
«إذَا أَرَدْت بِعِبَادِك فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي
إلَيْك غَيْرَ مَفْتُونٍ»
"Jika Engkau menginginkan pada hamba-Mu fitnah, maka
ambillah aku kehadirat-Mu tanpa terfitnah." [Shahih: At
Tirmidzi 3235]
Atau karena mengharapkan mati syahid sebagaimana yang terjadi
pada Abdullah bin Rawahah dan lainnya dari shahabat terdahulu sebagaimana juga
ucapan Maryam dalam ayat berikut,
{يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا}
"Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini." (QS.
Maryam: 23)
Sesungguhnya ia mengharapkan kematian ini karena takut dari
kekufuran dari orang yang kafir dan permusuhan dari orang yang bermusuhan
karenanya.
Ucapan, "Dan jika ia harus menginginkan kematian..." yakni
jika sempit dadanya dan hilang kesabarannya, maka ia harus kembali kepada doa
ini dan jika tidak, maka lebih baik baginya untuk tidak melakukan hal
tersebut.
Demikian semoga bermanfaat dan semakin menambah keimanan kita.
Sumber :
- Subulus Salam syarah Bulughul Maram

No comments:
Post a Comment